Viral Foto Kereta Emas Belanda Bergambarkan Perbudakan di Indonesia, Bagaimana Sejarahnya?
== KABAR PAITO == SLOT PULSA MURAH == JAYASLOT4D == SLOT DEPOSIT PULSA ==
SLOT DEPOSIT PULSA | JUDI DEPOSIT PULSA |SITUS JUDI TERPERCAYA | BANDAR TOGEL TERBAIK | AGEN SLOT DEPOSIT PULSA | DEPOSIT VIA PULSA | LIVECHAT TOGEL | SLOT DEPOSIT PULSA | TOGEL DEPOSIT PULSA | JAYASLOT4D | TOGEL HONGKONG | =======================================================

Liputan6. Com, Jakarta - Beberapa masa-masa lalu, sempat viral sebuah potret yg mengindikasikan adanya cerminan atau lukisan perbudakan Indonesia oleh Belanda pada suatu kereta.
Bernama Gouden Koets, nama kereta itu mempunyai makna kereta emas.
Secara lebih spesifik, gambar yang ada pada kereta itu seakan mengisahkan masa kejayaan pemerintah Belanda pada zaman kolonial, termasuk saat mereka mengerjakan penjajahan pada Indonesia.
Tak lama, suatu petisi yg bisa diakses melewati goudenkoetsinmuseum.Petities.Nl juga muncul. Di dalamnya, petisi tersebut melewati akun @petities menuntut supaya kereta legendaris itu dimuseumkan.
"De Gouden Koets kepunyaan museum perbudakan," demikian tertulis sang akun @petitie, Selasa (9/6/2020).
Secara lebih lanjut, seorang WNI yg bermukim pada Belanda juga turut menyatakan tentang sejarah singkat tentang kereta ini.
Lorraine Riva, melewati akun Twitternya @yoyen menyebutkan bahwa kereta emas ini adalah suatu hibah menurut warga Amsterdam guna Ratu Wilhelmina saat dia naik tahta pada tahun 1898.
"Mereka patungan uang, terkumpul dana & kesudahannya kasih order ini ke firma Spijker. Kereta ini diciptakan di Amsterdam," tulis Riva.
Walaupun Wilhelmina sempat menampik bantuan gratis tadi, tetapi akhirnya beliau menerimanya juga.
Adapun sejumlah kriteria yg mesti dipunyai oleh kereta tersebut ialah desain atap kereta yang tinggi, agar ratu dapat berdiri pada pada kereta. Di samping itu, berukuran kereta pun tidak dapat terlalu besar menilik jalanan atau gang-gang pada sentra kota-kota Belanda sangatlah sempit.
Jika membicarakan masalah gambar atau lukisan yang ada pada badan kereta, desainnya mengacu pada gaya Renaissance & kejayaan di Masa Keemasan (Gouden Eeuw/Golden Age).
"Ada 4 panel gambar ya di Gouden Koest ini, yang bikin pelukis dekor Nicolaas van der Waay. Tiap panel gambarnya bercerita mengenai 4 hal: masa depan, masa lalu, penghormatan ke/menurut wilayah koloni, penghormatan ke/menurut Belanda," tulis Riva lagi pada akun Twitternya.
Dari keempat anel tadi, di antara panel yg ramai diperbincangkan ialah panel Hulde der Koloniëen. Panel yang mempunyai 2 makna yakni penghormatan ke & menurut koloni. Dalam gambar panel tadi, masing-masingnya memiliki sekian banyak simbol dan arti.

Liputan6. Com, Jakarta - Beberapa masa-masa lalu, sempat viral sebuah potret yg mengindikasikan adanya cerminan atau lukisan perbudakan Indonesia oleh Belanda pada suatu kereta.
Bernama Gouden Koets, nama kereta itu mempunyai makna kereta emas.
Secara lebih spesifik, gambar yang ada pada kereta itu seakan mengisahkan masa kejayaan pemerintah Belanda pada zaman kolonial, termasuk saat mereka mengerjakan penjajahan pada Indonesia.
Tak lama, suatu petisi yg bisa diakses melewati goudenkoetsinmuseum.Petities.Nl juga muncul. Di dalamnya, petisi tersebut melewati akun @petities menuntut supaya kereta legendaris itu dimuseumkan.
"De Gouden Koets kepunyaan museum perbudakan," demikian tertulis sang akun @petitie, Selasa (9/6/2020).
Secara lebih lanjut, seorang WNI yg bermukim pada Belanda juga turut menyatakan tentang sejarah singkat tentang kereta ini.
Lorraine Riva, melewati akun Twitternya @yoyen menyebutkan bahwa kereta emas ini adalah suatu hibah menurut warga Amsterdam guna Ratu Wilhelmina saat dia naik tahta pada tahun 1898.
"Mereka patungan uang, terkumpul dana & kesudahannya kasih order ini ke firma Spijker. Kereta ini diciptakan di Amsterdam," tulis Riva.
Walaupun Wilhelmina sempat menampik bantuan gratis tadi, tetapi akhirnya beliau menerimanya juga.
Adapun sejumlah kriteria yg mesti dipunyai oleh kereta tersebut ialah desain atap kereta yang tinggi, agar ratu dapat berdiri pada pada kereta. Di samping itu, berukuran kereta pun tidak dapat terlalu besar menilik jalanan atau gang-gang pada sentra kota-kota Belanda sangatlah sempit.
Jika membicarakan masalah gambar atau lukisan yang ada pada badan kereta, desainnya mengacu pada gaya Renaissance & kejayaan di Masa Keemasan (Gouden Eeuw/Golden Age).
"Ada 4 panel gambar ya di Gouden Koest ini, yang bikin pelukis dekor Nicolaas van der Waay. Tiap panel gambarnya bercerita mengenai 4 hal: masa depan, masa lalu, penghormatan ke/menurut wilayah koloni, penghormatan ke/menurut Belanda," tulis Riva lagi pada akun Twitternya.
Dari keempat anel tadi, di antara panel yg ramai diperbincangkan ialah panel Hulde der Koloniëen. Panel yang mempunyai 2 makna yakni penghormatan ke & menurut koloni. Dalam gambar panel tadi, masing-masingnya memiliki sekian banyak simbol dan arti.
Berhubung gw tinggal di Belanda, gw suka sejarah dan seni, plus gw tahu sedikit info tentang Gouden Koets, gw cerita dikit ya info tentang ini. pic.twitter.com/n7ZQm7p9TH— Lorraine Riva (@yoyen) June 8, 2020

Post a Comment