Meski Belum Teruji, AS Kirim 2 Juta Obat Malaria untuk Brasil Tangani COVID-19 - INFO BERITA PENTING TENTANG CORONA

Header Ads

Meski Belum Teruji, AS Kirim 2 Juta Obat Malaria untuk Brasil Tangani COVID-19

Meski Belum Teruji, AS Kirim 2 Juta Obat Malaria untuk Brasil Tangani COVID-19


Liputan6.com, Washington D.C
- Amerika Serikat sudah mengirim 2 juta takaran obat anti-malaria hydroxychloroquine (HCQ) ke Brasil guna memerangi COVID-19. Hal itu diadukan Gedung Putih, meskipun obat tersebut belum terbukti efektif melawan Virus Corona COVID-19.

"HCQ akan dipakai sebagai profilaksis guna membantu mengayomi perawat, dokter, dan profesional kesehatan Brasil terhadap virus. HCQ pun akan dipakai sebagai terapi guna mengobati orang Brasil yang terinfeksi," menurut keterangan dari sebuah pernyataan, mengutip laman Channel News Asia, Senin (1/5/2020).

AS pun akan segera mengirim 1.000 ventilator ke Brasil, yang menjadi pusat penyebaran di Amerika Selatan dengan nyaris 500.000 permasalahan yang dikonfirmasi.

"Kami pun mengumumkan upaya penelitian campuran Amerika Serikat-Brasil yang akan merangkum uji klinis terkontrol acak," tambahnya.

Andalan Trump

Meski Belum Teruji, AS Kirim 2 Juta Obat Malaria untuk Brasil Tangani COVID-19


Presiden Donald Trump ialah pemakai HCQ yang blak-blakan, yang telah dipakai untuk mengobati malaria selama sejumlah dekade serta gangguan autoimun lupus dan rheumatoid arthritis.

Dia sebelumnya menuliskan dia mengonsumsinya sendiri dengan asa menghindari infeksi virus.

Saat ini, masih tidak terdapat bukti dari uji jajaki terkontrol secara random (RCT) - dirasakan sebagai standar emas investigasi klinis - untuk pemakaian HCQ baik guna mengobati atau menangkal COVID-19.

Ada pun kekhawatiran bahwa urusan tersebut sebenarnya bisa memperburuk situasi pasien Virus Corona baru.

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam The Lancet pekan lalu memutuskan bahwa mengobati orang yang mempunyai COVID-19 dengan hydroxychloroquine dan senyawa chloroquine yang berhubungan tidak menolong mereka dan mungkin menambah risiko irama jantung dan kematian yang tidak normal.

Penelitian ini bukan RCT, dan lebih dari 100 dokter dan ilmuwan semenjak saat tersebut mempertanyakan kemurnian database lokasi tinggal sakit yang diandalkannya untuk menjangkau kesimpulannya.

HCQ telah diserahkan otorisasi pemakaian terpaksa untuk COVID-19 di AS guna pasien di bawah pengawasan jantung tertutup.

Food and Drug Administration sudah meminta dokter guna tidak meresepkannya secara luas atau di luar sejumlah uji klinis yang sedang berlangsung.

Seperti Trump, Presiden Brasil Jair Bolsonaro ialah advokat HCQ dan sudah memecat dua menteri kesehatan yang berselisih dengannya tentang keinginannya guna memperluas pemakaiannya.

Meskipun kehilangan nyaris 30.000 orang sebab virus itu, Bolsonaro telah membangkang "tirani" dari penutupan dan menyerukan supaya musim sepak bola negara tersebut dilanjutkan.

AS sudah kehilangan lebih dari 106.000 orang sebab virus, sekitar ini negara dengan jumlah kematian tertinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia menuliskan pekan kemudian untuk sedangkan waktu menghentikan pengujian HCQ guna COVID-19 sebab masalah ketenteraman yang semakin meningkat, tergolong yang diusung dalam media The Lancet.

Tidak ada komentar