India Pulangkan Besar-besaran Warganya di Luar Negeri Akibat Pandemi Corona COVID-19

Liputan6. com, Dubai - Delhi - Gelombang kesatu proses repatriasi besar-besaran guna memulangkan ratusan ribu orang India yang terjebak di luar negeri telah dibuka pada Kamis 7 Mei, dengan dua penerbangan tiba di India dari Uni Emirat
Delhi telah tidak mengizinkan semua penerbangan internasional yang masuk pada akhir Maret sebab memberlakukan di antara penguncian COVID-19 yang sangat ketat di dunia. Hal ini lantas membuat tidak sedikit pekerja dan mahasiswa terdampar.
Mengutip Channel News Asia, Jumat (8/5/2020), selama 15.000 penduduk negara bakal dipulangkan dari 12 negara dengan pesawat dan kapal laut, dalam proses repatriasi besar-besaran.
Dua kapal perang sudah berlayar ke Maladewa dan satu lagi ke UEA, rumah untuk komunitas India yang berpenduduk 3,3 juta orang, yang adalah 30 persen dari populasi
Permintaan masyarakat juga melonjak, bahkan konsulat di Dubai menuliskan telah menerima nyaris 200.000 aplikasi.
Dua penerbangan yang tiba di negara unsur Kerala dari Abu Dhabi dan Dubai Kamis telah sukses membawa kembali 354 orang, tergolong sembilan bayi.
"Saya lega bahwa saya telah ada di rumah," kata seorang lelaki dalam penerbangan dari Abu Dhabi melewati telepon saat dia menantikan untuk turun di negara unsur Kerala.
"Orang-orang duduk di sebelah satu sama beda - minimal di deretan saya duduk, kita seluruh duduk bersebelahan. Mereka menciptakan orang terbit dari pesawat kini secara bergiliran - kesatu sejumlah orang meninggalkan pesawat dan kami mempunyai diminta guna menunggu,"
Tidak Semua Dapat Dipulangkan

Warga India yang sukses mendapatkan tiketnya dengan perjuangan itu, mendarat di bandara Abu Dhabi dan Dubai. Mereka disambut oleh petugas medis dengan masker, sarung tangan dan pelingdung diri yang memungut sampel darah guna tes antibodi.
"Hasilnya terbit dalam 10 menit. Hasil saya negatif. Saya paling lega," kata seorang penumpang berusia 40 tahun di bandara Abu Dhabi.
"Saya kehilangan kegiatan di perusahaan lokasi saya bekerja. Saya merasa agak mengherankan untuk pulang, sedangkan saya senang bahwa saya bakal pulang, ada pun perasaan tidak pasti.
Teluk UAE yang kaya minyak itu, bergantung pada tenaga kerja murah dari jutaan orang asing, banyak sekali dari India, Pakistan, Nepal, dan Sri Lanka. Banyak yang bermukim di kamp-kamp kumuh yang jauh dari gedung pencakar langit dan mal yang gampang kelihatan di area itu.
Tetapi Virus Corona baru dan akibat ekonominya yang menghancurkan, sudah membuat tidak sedikit pekerja sakit dan yang beda menganggur, tidak ditunaikan dan pada belas kasihan dari majikan yang terkadang tidak bermoral.
"Kami mempunyai satu atau dua penerbangan yang direncanakan masing-masing hari guna lima atau enam hari ke depan," ujar Konsul Jenderal Vipul di bandara Dubai.
Vipul menuliskan sebagian besar dari mereka yang naik ialah pekerja yang kehilangan pekerjaan, bareng dengan perempuan hamil, orang tua dan sejumlah turis yang terdampar.
"Beberapa orang bakal ditinggalkan, tersebut tak terhindarkan dalam situasi laksana ini ... tidak seluruh orang bisa ditampung segera," katanya.

Post a Comment